Posts

Alternatif Saluran Distribusi

Dalam memilih alternatif saluran, ada tiga elemen yang perlu diperhatikan yaitu jenis perantara, jumlah perantara dan persyaratan & tanggung jawab anggota saluran. Sejumlah komponen atau atau variabel yang merupakan bagian-bagian dari bauran distribusi adalah sebagai berikut : a. Fasilitas b. Persediaan c. Transportasi d. Komunikasi e. Penyatuan Barang Alternatif Saluran Distribusi Saluran pemasaran dapat dibedakan menurut jumlah tingkatannya. Dalam menetapkan alternatif saluran pemasaran yang akan digunakan, perusahaan juga dapat mempertimbangkan jenis produknya. Untuk produk industrial, biasanya perusahaan menggunakan saluran langsung atau pendek. Saluran Untuk Produk Konsumen Saluran pemasaran untuk produk konsumen terdiri dari : a. Saluran distribusi langsung (nol tingkat), yaitu saluran pemasaran dimana seorang produsen langsung menjual ke pemakai akhir. Cara yang dilakukan antara lain melalui penjualan dari pintu ke pintu, pemesanan lewat telepon, email atau online, penjualan...

Laba Bersih

Laba bersih merupakan laba sebelum pajak dikurangi pajak atas laba. Apabila penjumlahan laba bersih seluruh pusat laba adalah positif, maka sudah pasti laba bersihnya perusahaan juga positif. Kritik terhadap konsep laba bersih yaitu bahwa laba bersih hanyalah proporsi tertentu dari laba sebelum pajak sehingga penggunaan laba bersih ini jarang untuk motivasi dan penilaian kinerja manager pusat laba. Selain itu, keputusan untuk meminimumkan jumlah pajak berada di level korporat. Laba ini dihitung berdasarkan transaksi yang benar terjadi pada periode tertentu. Laba diperoleh dari aktivitas usaha seperti jual beli barang. Laba bersih biasanya mengacu pada laba setelah dikurangi semua biaya operasi, terutama setelah dikurangi biaya tetap atau biaya overhead tetap dan juga biasanya mengacu pada angka laba sebelum dikurangi pajak perusahaan, dalam hal ini istilah yang sering digunakan adalah laba bersih sebelum pajak (earning before tax atau EBT).

Tujuan Evaluasi Manajemen Kinerja

Evaluasi manajemen kinerja sendiri adalah suatu kegiatan untuk menilai atau melihat keberhasilan atau kegagalan dari manajemen kinerja yang ada di perusahaan. Evaluasi sendiri dapat disamakan dengan penaksiran (appraisal), pemberian angka (rating) dan penilaian (assesment). Ada beberapa tujuan yang harus dipahami oleh perusahaan mengenai penerapan evaluasi manajemen kinerja di perusahaan guna untuk hal sebagai berikut :   1. Bahan masukan yang berarti untuk perbaikan berkelanjutan, 2. Memberikan  informasi ke pihak perusahaan untuk bahan pertimbangan atas pemberian promosi dan penetapan gaji karyawan, 3. Umpan balik bagi manajer dan karyawan dalam melakukan introspeksi dan meninjau kembali pelaku selama ini baik yang positif maupun yang negatif serta merumuskan kembali pelaku yang mendukung tumbuh kembangnya budaya organisasi secara keseluruhan, 4. Untuk bahan pertimbangan dalam proses pelatihan dan pengembangan bagi karyawan 5. Untuk meningkatkan daya saing perusahaan dengan ...

Tujuan,sasaran, dan manfaat AMDAL

Tujuan,sasaran, dan manfaat AMDAL Tujuan dan sasaran AMDAL adalah untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan layak lingkungan (alami, binaan, sosial-ekonomi, dan budaya). Dengan AMDAL, diharapkan usaha atau kegiatan pembangunan dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam secara efisien dan meminimumkan dampak negatif terhadap lingkungan. AMDAL suatu proyek bukanlah suatu proyek yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian proses AMDAL yang lebih besar dan lebih penting, menyeluruh dan utuh dari perusahaan dan lingkungannya sehingga AMDAL dapat dipakai dalam rangka pengelolaan dan pemantauan proyek dan lingkungannya dengan menggunakan dokumen yang benar. Selanjutnya, beberapa peran AMDAL dijelaskan sebagai berikut : a. Peran AMDAL dalam Pengelolaan Lingkungan Aktivitas pengelolaan lingkungan baru dapat dilakukan apabila telah disusun rencana pengelolaan lingkungan, yang sebelumnya telah diketahui dulu dampak lingkungan yang akan timbul sebagai akibat dari proyek yang ak...

Jenis Usaha yang Memerlukan AMDAL

Jenis Usaha yang Memerlukan AMDAL Jenis usaha atau kegiatan yang wajib AMDAL adalah kegiatan-kegiatan yang berskala besar, kompleks, dan berbatasan langsung atau bisa mempengaruhi fungsi kawasan sensitif sehingga dapat menimbulkan dampak penting, yang meliputi : a. pengubahan bentuk lahan dan bentang alam; b. eksploitasi sumber daya alam baik yang terbarui maupun yang tak terbarui; c. proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan, pencemaran, dan kerusakan lingkungan hidup, serta kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya; d. proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam, lingkungan buatan, serta lingkungan sosial dan budaya; e. proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya dan/atau perlindungan cagar budaya; f. introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, jenis hewan, dan jasad renik; g. pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan nonhayati; h. penerapan teknologi yang diperkirakan mempuny...

faktor-faktor Penentu Jumlah persediaan bahan baku

faktor-faktor Penentu Jumlah persediaan bahan baku J umlah persediaan bahan baku yang harus tetap dimiliki perusahaan ditentukan oleh faktor-faktor berikut : 1. kebiasaan pemasok Kebiasaan pemasok lebih ditekankan pada kemampuan pemasok dalam mengirim barang. Jika pemasok selalu dapat memenuhi kebutuhan bahan baku, maka angka persediaan yang harus dimiliki dapat dikurangi, namun jika datangnya pasokan dari pemasok sulit dipastikan, sebaiknya manager menetapkan jumlah persediaan pada angka yang lebih tinggi. 2. jumlah bahan baku yang dibeli tiap pemesanan Jika bahan baku yang dibeli dalam jumlah besar, maka kemungkinan terjadinya kekurangan bahan baku dalam kegiatan produksi lebih rendah (jika gudang memadai). 3. akurasi perhitungan kebutuhan bahan baku Manager yang dapat menghitung konsumsi bahan baku secara akurat, dapat menurunkan jumlah persediaan yang perlu dimiliki. Perhitungan yang tidak tepat meningkatkan risiko terganggunya pasokan bahan baku ke bagian produksi, sehingga perlu ...

Management By Objective

Management By Objectives MBO adalah suatu pendekatan yang sistematis dalam mengelola perusahaan lebih terorganisir serta menekankan tercapainya target sasaran yang diinginkan oleh perusahaan. Tujuan perusahaan menerapkan MBO yaitu agar setiap divisi yang ada di perusahaan mampu bekerja berdasarkan target yang sudah di tentukan oleh perusahaan. Dengan seperti ini kegiatan operasional dalam perusahaan bisa berjalan dengan lancar bahkan pada waktu proses produktivitas kerja dapat meningkat. Ketika perusahaan menerapkan sistem MBO maka sistem kerjanya harus sesuai dengan target, karena sistem MBO akan lebih berorientasi pada hasil akhir. Sedangkan cara kerja dan proses pemenuhannya akan berjalan secara dinamis mengikuti segala keadaan yang sedang terjadi di dalam perusahaan. Management by Objectives (MBO) pertama kali digunakan oleh Drucker pada tahun 1954 sebagai suatu sistem manajemen. Sistem manajemen kinerja yang berbasis pada konsep management by objectives (MBO) yang pernah populer d...