Tujuan Evaluasi Manajemen Kinerja
Evaluasi manajemen kinerja sendiri adalah suatu kegiatan untuk menilai atau melihat keberhasilan atau kegagalan dari manajemen kinerja yang ada di perusahaan. Evaluasi sendiri dapat disamakan dengan penaksiran (appraisal), pemberian angka (rating) dan penilaian (assesment). Ada beberapa tujuan yang harus dipahami oleh perusahaan mengenai penerapan evaluasi manajemen kinerja di perusahaan guna untuk hal sebagai berikut :
1. Bahan masukan yang berarti untuk perbaikan berkelanjutan,
2. Memberikan informasi ke pihak perusahaan untuk bahan pertimbangan atas pemberian promosi dan penetapan gaji karyawan,
3. Umpan balik bagi manajer dan karyawan dalam melakukan introspeksi dan meninjau kembali pelaku selama ini baik yang positif maupun yang negatif serta merumuskan kembali pelaku yang mendukung tumbuh kembangnya budaya organisasi secara keseluruhan,
4. Untuk bahan pertimbangan dalam proses pelatihan dan pengembangan bagi karyawan
5. Untuk meningkatkan daya saing perusahaan dengan perusahaan lainya,
6. Untuk bahan pertimbangan bagi pihak pemerintah dan para investor dalam memberikan kredit terhadap perusahaan tersebut, dan
7. Untuk meningkatkan produktivitas dan profit bagi perusahaan itu sendiri.
Menurut Ivancevich (1992) evaluasi manajemen kinerja mempunyai tujuan antara lain untuk berikut ini :
2. Memberikan informasi ke pihak perusahaan untuk bahan pertimbangan atas pemberian promosi dan penetapan gaji karyawan,
3. Umpan balik bagi manajer dan karyawan dalam melakukan introspeksi dan meninjau kembali pelaku selama ini baik yang positif maupun yang negatif serta merumuskan kembali pelaku yang mendukung tumbuh kembangnya budaya organisasi secara keseluruhan,
4. Untuk bahan pertimbangan dalam proses pelatihan dan pengembangan bagi karyawan
5. Untuk meningkatkan daya saing perusahaan dengan perusahaan lainya,
6. Untuk bahan pertimbangan bagi pihak pemerintah dan para investor dalam memberikan kredit terhadap perusahaan tersebut, dan
7. Untuk meningkatkan produktivitas dan profit bagi perusahaan itu sendiri.
Menurut Ivancevich (1992) evaluasi manajemen kinerja mempunyai tujuan antara lain untuk berikut ini :
1. Pengembangan
Evaluasi manajemen kinerja dapat digunakan untuk menentukan pegawai yang perlu dilatih dan membantu evaluasi hasil training, hal ini dapat membantu perusahaan dalam pelaksanaan konseling antara atasan dan bawahan sehingga dapat dicapai usaha - usaha pemecahan masalah yang dihadapi pegawai. Misal, pada toko Axcelia.id terdapat seorang karyawan baru. Disini pihak atasan toko akan melakukan proses training paling lama dengan waktu 1 bulan. Karyawan yang baru akan di berikan sebuah pelatihan yang sesuai dengan bagian kerjanya. Bila ia di bagian pemasaran maka akan di berikan pelatihan berupa cara promosi produk di media sosial secara Live atau melalui media sosial lainya dengan cara iklan secara gratis dan memberikan diskon atau promo yang bisa menarik minat konsumen membeli produk tersebut. Kemudian setelah pelatihan tersebut selesai pihak atasan akan melakukan proses konseling antara atasan dan bawahan biasanya atasan akan menanyakan apakah sudah mengerti dan bisa melakukan pekerja di bagian tersebut, Apakah sanggup dan apa ada masalah dalam proses kerjanya, bisa di jelaskan bila ada masalah akan di bantu dalam mencari solusinya agar masalah tersebut bisa di pecahkan. Dan kerjanya juga bisa lancar sehingga dapat mencapai semua target yang sudah di tentukan oleh toko Axcelia.id.
Evaluasi manajemen kinerja dapat digunakan untuk menentukan pegawai yang perlu dilatih dan membantu evaluasi hasil training, hal ini dapat membantu perusahaan dalam pelaksanaan konseling antara atasan dan bawahan sehingga dapat dicapai usaha - usaha pemecahan masalah yang dihadapi pegawai. Misal, pada toko Axcelia.id terdapat seorang karyawan baru. Disini pihak atasan toko akan melakukan proses training paling lama dengan waktu 1 bulan. Karyawan yang baru akan di berikan sebuah pelatihan yang sesuai dengan bagian kerjanya. Bila ia di bagian pemasaran maka akan di berikan pelatihan berupa cara promosi produk di media sosial secara Live atau melalui media sosial lainya dengan cara iklan secara gratis dan memberikan diskon atau promo yang bisa menarik minat konsumen membeli produk tersebut. Kemudian setelah pelatihan tersebut selesai pihak atasan akan melakukan proses konseling antara atasan dan bawahan biasanya atasan akan menanyakan apakah sudah mengerti dan bisa melakukan pekerja di bagian tersebut, Apakah sanggup dan apa ada masalah dalam proses kerjanya, bisa di jelaskan bila ada masalah akan di bantu dalam mencari solusinya agar masalah tersebut bisa di pecahkan. Dan kerjanya juga bisa lancar sehingga dapat mencapai semua target yang sudah di tentukan oleh toko Axcelia.id.
2. Pemberian reward
Evaluasi manajemen kinerja dapat digunakan untuk proses penentuan kenaikan gaji, insentif, promosi dan memberhentikan pegawai. Misal, toko Axcelia.id akan melakukan sebuah evaluasi kepada semua karyawan mereka pada awalnya sudah menetapkan bahwa dalam 1 hari harus bisa menjual baju minimal 10 pcs. Disini atasan toko akan melakukan evaluasi bila semua karyawan berhasil memenuhi target tersebut maka akan mendapatkan insentif atau bonus, untuk mendapatkannya di hitung dari hasil penjualan baju tersebut memberikan insentif dilakukan karena rasa apresiasi kepada karyawan karena mampu dan berhasil mencapai target sasaran toko. Pemberian reward akan dapat meningkatkan sistem kinerja semua karyawan dan mereka akan termotivasi dan lebih bersemangat untuk menjalankan pekerjaannya. Reward yang diberikan ada dua macam bisa reward finansial berupa pemberian uang sebagai apresiasi dari bonus target penjualan bulanan. Ada juga reward non-finansial seperti memberikan kesempatan jalan-jalan, voucher belanja, voucher gratis makan- makan dan lain sebagainya. Kemudian bila semua karyawan dalam setiap bulannya bisa melebihi target yang di tentukan oleh pihak toko maka akan ada kenaikan gaji bagi semua karyawan. Terakhir bila ada seorang karyawan yang tidak mampu melaksanakan promosi dengan baik, bahkan dalam 1 bulan berturut- turut tidak bisa mencapai target sama sekali maka atasan toko akan melakukan evaluasi terhadap sistem kerja karyawan tersebut, dan mengambil tindakan antara memberikan kesempatan ke 2 dan memberikan pelatihan yang lebih lanjut lagu atau mala sebaliknya memberhentikan karyawan tersebut.
3. Motivasi
Evaluasi manajemen kinerja dapat digunakan untuk memotivasi pegawai, mengembangkan inisiatif, rasa tanggung jawab sehingga mereka terdorong untuk meningkatkan kinerjanya. Misal, atasan toko Axcelia.id akan memberikan motivasi yang lebih kepada para karyawan. Dengan cara menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan disini ruang kerja mereka di beri meja dan kursi yang sama dan tata letaknya yang berdekatan sehingga antara karyawan bisa mudah saling berkomunikasi untuk bertukar pendapat, tidak hanya itu mereka juga di berikan tempat istirahat agar pada waktu istirahat bisa saling berkumpul bertukar pikiran. Kemudian toko Axcelia.id harus bisa menyusul program pemberian bonus disini Para karyawan akan merasa senang bila mendapatkan bonus dan reward jika mereka mampu mencapai target, secara tidak langsung akan menumbuhkan sebuah motivasi kerja yang lebih semangat lagi untuk mencapai target toko dan mendapatkan banyak bonus tersebut. Selanjutnya yang terakhir toko Axcelia.id harus membangun komunikasi yang baik dan menyenangkan. Dengan adanya komunikasi tersebut bisa menjalin hubungan baik antara atasan dan bawahan. secara tidak langsung pihak karyawan akan merasa dekat dengan atasannya bahkan merasa dipedulikan. Membangun komunikasi yang baik juga akan meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja secara signifikan.
4. Perencanaan SDM
Evaluasi manajemen kinerja dapat bermanfaat bagi pengembangan keahlian dan keterampilan serta perencanaan SDM. Misal, dalam proses iklan pihak karyawan toko Axcelia.id bisa membuat sendiri iklan tersebut dengan cara mengembangkan keterampilannya seperti membuat video mengenai produknya dan kemudian di promosikan atau di iklankan juga secara gratis tanpa berbayar di media sosial bisa menggunakan aplikasi seperti real instagram, tiktok, Facebook bahkan bisa juga membuat akun Youtube yang berisi semua video mengenai produknya nanti tinggal promosikan akun media sosialnya agar di kunjungi banyak konsumen untuk melihat iklan produknya. Kemudian karyawan juga akan memiliki kemampuan dalam pengembangan keahlian, seperti yang dulunya tidak tahu mengenai sistem pemasaran secara Online sekarang jadi tahu bahkan makin ahli dalam bidang tersebut. Kemudian karyawan sekarang sudah mampu mengembangkan keahliannya dalam menguasai sistem transaksi secara Online hal ini akan mempercepat alur transaksi dan bisa menghemat waktu.
5. Kompensasi
Evaluasi manajemen kinerja akan dapat memberikan informasi yang digunakan untuk menentukan apa yang harus diberikan kepada pegawai yang berkinerja tinggi atau rendah dan bagaimana prinsip pemberian Kompensasi yang adil. Kompensasi diberikan ke karyawan sebagai imbalan atas penghargaan kinerjanya. Baik berupa fisik seperti barang dan uang maupun non fisik. Pemberian kompensasi untuk menambah loyalitas dan meningkatkan motivasi karyawan dalam bekerja. Ada beberapa tujuan dari diberikan kompensasi untuk para karyawan yaitu sebagai berikut :
• Penghargaan prestasi kinerja karyawan. Kompensasi diberikan kepada pekerja yang memiliki prestasi kinerja baik agar karyawan tersebut merasa dihargai kerja kerasnya sehingga hal ini dapat lebih meningkatkan kinerja para karyawan di masa depan.
• Mempertahankan karyawan kualitas baik. Dengan adanya kompensasi dalam suatu perusahaan. Maka hal tersebut membuat karyawan – karyawan yang memiliki kualitas kerja bagus akan cenderung mempertahankan pekerjaan dalam perusahaan tersebut. Dan mereka akan lebih sedikit memikirkan untuk tidak berpindah kerja ke perusahaan lain yang belum tentu mempunyai kompensasi yang sama seperti ini.
• Penjamin keadilan dalam perusahaan. Hal ini dikarenakan adanya hubungan timbal balik atas kinerja atau prestasi yang diberikan oleh karyawan terhadap perusahaan. Dengan memberikan kompensasi akan menjadi adil untuk kedua belah pihak. Kompensasi disini bisa disebut sebagai balas jasa yang akan di berikan perusahaan ke karyawan yang berupa gaji, upah, kompensasi dan juga bonus, semua dihitung dengan adil oleh perusahaan.
Penerapan kompensasi Misal, toko Axcelia.id sudah menentukan mengenai hal prinsip memberikan kompensasi yang adil kepada semua karyawan bila karyawan mampu mencapai target yang di tentukannya. Disini karyawan yang berkinerja sangat tinggi dan mampu menjual baju 1 bulan lebih dari 300pcs maka akan mendapatkan insentif yang lebih tinggi sesuai dengan sistem kinerja yang sudah di lakukannya. Sedangkan karyawan yang berkinerja sangat rendah dan penjualannya tidak mencapai target karena menjual baju hanya berjumlah di bawah 300pcs baju akan mendapatkan insentif lebih sedikit sesuai kinerja yang sudah dilakukannya. Tidak hanya itu kompensasi pada toko Axcelia.id biasanya juga di berikan tunjangan Misal tunjangan Hari raya atau THR sebelum hari raya tiba biasanya para karyawan mendapatkan sebuah tunjangan berupa uang atau barang lainya seperti tas, baju atau parcel kue lebaran. Biasa juga tunjangan seperti pada pertengahan bulan puasa di adakan makan bersama secara gratis seperti buka bersama. Kemudian setelah hari raya mendapatkan tunjangan berupa libur gratis bersama karyawan lainnya.
6. Komunikasi
Evaluasi merupakan dasar untuk komunikasi yang berkelanjutan antara atasan dan bawahan yang akan menyangkut kinerja pegawai. komunikasi sendiri hal yang sangat penting untuk meningkatkan motivasi karyawan dalam bekerja. Komunikasi yang baik dapat mempengaruhi para karyawan untuk bisa bekerja lebih giat lagi karena komunikasi dengan pihak atasan baik – baik saja dan tidak ada konflik sehingga bila ada masalah karyawan tidak akan merasa takut bahkan canggung atau malu untuk bertanya ke pihak atasan. Dan jika di suatu perusahaan komunikasi antara pihak bawahan dan atasan tidak terjalin secara baik maka akan berdampak pada motivasi kerja para karyawannya, serta akan menimbulkan terjadinya konflik dalam perusahaan.
Penerapan komunikasi misal, Memang benar karena semua sistem kinerja yang ada di toko Axcelia.id akan dikomunikasikan antara kedua belai pihak atasan dan bawahan. Dimana seorang atasan akan memberikan sebuah arahan kepada semua karyawan hal apa yang harus dilakukan dan dikerjakan. Kemudian dikomunikasikan ke pihak bawahan sehingga karyawan akan dapat melakukan semua perintah dan tugas yang sudah di berikan dari pihak atasannya tersebut. Tidak hanya itu pihak karyawan juga akan melakukan komunikasi secara terus – menerus untuk mengaduh jika mereka mengalami masalah dalam melaksanakan tugasnya sehingga pihak atasan juga akan melakukan proses pemecahan masalah dan mencari solusi. Permasalahan tersebut akan di selesaikan bersama dengan karyawan dengan cara bertukar pendapat satu sama lain untuk menetapkan keputusan sehingga kedua belah pihak akan selalu melakukan komunikasi satu sama lain guna mendung kelancaran proses operasional di toko Axcelia.id.
Comments
Post a Comment