Konflik Saluran Distribusi
Konflik Saluran Distribusi
Semua
kegiatan bisnis pasti kerap menimbulkan konflik, termasuk dalam kegiatan
distribusi ini. Menurut Bruce J.Walker, terdapat beberapa konflik yang kerap
terjadi dalam saluran distribusi, yakni:
1. Konflik Horizontal
Dalam
konflik horizontal biasanya terjadi di antara perantara tingkat distribusi yang
sama. Penyebabnya adalah kebiasaan pedagang perantara yang menganekaragamkan
persedian produk dengan menambah jenis produk baru. Misalnya, pada zaman sekarang,
supermarket mulai menjual alat kecantikan hingga obat-obatan sehingga
menyebabkan pengecer lain merasa tersaingi.
2. Konflik Vertikal
Dalam
konflik vertikal, biasanya terjadi antara produsen dengan pedagang besar,
selain itu juga bisa terjadi antara produsen dengan pengecer (retail).
a)
Produsen dengan pedagang besar
Konflik
antara produsen dengan pedagang besar ini dapat disebabkan oleh beberapa aspek
misalnya adanya perbedaan pandangan antara masing-masing pihak.
Misalnya,
dari sudut pandang seorang pedagang besar, mereka hanya diberikan kesempatan
luas pada saat tahap awal saja yang menyebabkan kerugian.
Namun,
dalam sudut pandang produsen, pedagang besar tersebut kurang mampu
mempromosikan barangnya sehingga terjadi kerugian, hingga akhirnya produsen
memilih menggunakan tenaga penjual sendiri untuk menjual produknya.
b)
Produsen dengan pengecer
Konflik
ini biasanya timbul karena antara kedua pihak merasa berkepentingan dan
mempunyai “senjata” dalam menyalurkan produk ke tangan konsumen akhir.
Comments
Post a Comment